Rabu, 22 Januari 2014

Pagi ini


Ting!

Seorang pria berkacamata memasuki kedai kopi. Membawa bertumpuk kertas yang susunannya kurang rapih, membawa sebuah tas berisi laptop, dan sebuah map yang mungkin berisi beberapa arsip. Dia berpakaian begitu rapinya, dengan kemeja lengan panjang yang digulung sesiku. – Mungkin dia seorang eksekutif muda. Yah, bisa jadi.


Tuan berkacamata itu memesan 1 cup kopi dengan ½ sendok teh gula dan tanpa cream. Tuan kacamata itu duduk disebuah sudut kedai kopi yang berbataskan kaca bening. – Percayalah, dia selalu memesan itu setiap pagi di hari kerja.

Berulang kali tuan kaca mata melihat ke arah gedung yang menjulang tinggi diseberang jalan kedai kopi. Melihat jam lalu menyusun kembali tumpukan kertas yang kurang rapi. – Mungkin Ia bekerja disalah satu lantai disebuah gedung bertingkat diseberang jalan kedai kopi.

Asap kopi panas yang menari keluar dari cup, namun tak begitu dihiraukannya. Tuan kaca mata sedikit meniup lalu langsung menyeruput kopi panasnya. – Kamu tidak percaya? Aku sedari tadi selalu memperhatikan tuan kacamata.

Tetap duduk disudut itu ya tuan kacamata. Paling tidak, hingga segelas teh ini habis aku minum ^^,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar