Ting!
Seorang
pria berkacamata memasuki kedai kopi. Membawa bertumpuk kertas yang susunannya
kurang rapih, membawa sebuah tas berisi laptop, dan sebuah map yang mungkin
berisi beberapa arsip. Dia berpakaian begitu rapinya, dengan kemeja lengan
panjang yang digulung sesiku. – Mungkin dia seorang eksekutif muda. Yah, bisa
jadi.
Tuan
berkacamata itu memesan 1 cup kopi dengan ½ sendok teh gula dan tanpa cream. Tuan kacamata itu duduk disebuah
sudut kedai kopi yang berbataskan kaca bening. – Percayalah, dia selalu memesan
itu setiap pagi di hari kerja.
Berulang
kali tuan kaca mata melihat ke arah gedung yang menjulang tinggi diseberang
jalan kedai kopi. Melihat jam lalu menyusun kembali tumpukan kertas yang kurang
rapi. – Mungkin Ia bekerja disalah satu lantai disebuah gedung bertingkat
diseberang jalan kedai kopi.
Asap
kopi panas yang menari keluar dari cup, namun tak begitu dihiraukannya. Tuan kaca mata
sedikit meniup lalu langsung menyeruput kopi panasnya. – Kamu tidak percaya? Aku
sedari tadi selalu memperhatikan tuan kacamata.
Tetap
duduk disudut itu ya tuan kacamata. Paling tidak, hingga segelas teh ini habis aku
minum ^^,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar